TANPA KENDALA BESAR, PEMIRA FT 2024 BERJALAN LANCAR



SAINT NEWS – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas Teknik (KPUM FT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menyelenggarakan Pemilihan Raya (PEMIRA) 2024 secara offline. Kegiatan berlangsung dari 22 hingga 30 Desember dengan seluruh Pasangan Calon (Paslon) Himpunan Program Studi FT terpilih melalui  hasil aklamasi dan 2 Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur dipilih melalui pemungutan suara dengan total 90 suara masuk.

Ketua KPUM FT, Suhartono menyampaikan jika alur teknis PEMIRA sudah sesuai dengan berita acara dan tanpa ada kendala besar.

“Untuk teknis sudah di upload tadi di berita acara itu, mungkin disitu bisa dilihat. Untuk kendala sejauh ini masih sedikit. Soalnya untuk timeline dari KPU itu sudah terlaksana sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Mungkin kemarin waktu pendaftaran itu ada sedikit kendala terkait sengketa, itu waktu kami dari panitia mengupload Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 tentang teknis pendaftaran ada kendala sengketa sedang (red : perbaikan pasal) untuk penyelesain sengketa sedang itu sudah kami lakukan dengan Bapak Wakil Dekan III,” jelasnya.

Suhartono juga menjelaskan bahwa perpanjangan waktu pendaftaran diberlakukan pada beberapa himpunan yang belum memiliki calon.

“Untuk perpanjangan waktu itu termasuk yang masih kosong pendaftar, seperti Himpunan Teknik Mesin dan Sistem Informasi. Untuk penutupan pendaftaran itu ditutup pada pukul 16.00 WIB dan dibuka lagi pendaftaran itu sampai jam 00.00 WIB,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu Paslon Himpunan yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan terdapat beberapa masalah terkait ketidaksesuaian kriteria calon oleh pihak KPUM.

“Untuk teknisnya sama seperti tahun-tahun kemarin, tapi yang berbeda disini kan sekarang offline, kalau tahun-tahun kemarin itu pemilihannya online. Tapi ada kendala sih, bukan kendala tapi ada kecacatan dari pihak KPUM nya. Soalnya, kan sebelum pemilihan raya setiap himpunan kan bikin Musyawarah Mahasiswa (Muswa) untuk menentukan kriteria setiap calon-calon ketua himpunan yang sudah disepakati di dalam forum. Nah, setelah kriteria itu jadi disetorkan ke KPUM. Tapi pas disetorkan dan dirilis sama KPUM itu gak sesuai sama yang sudah disepakati oleh kita. Ada yang dirubah lah, kaya di kriterianya gitu dan yang kemarin ada juga kriteria industri yang masuk ke dalam kriteria elektro. Ya itulah, kayanya dari pihak panitianya itu tergesa-gesa,” ungkapnya.

Paslon tersebut juga menyoroti kurangnya informasi mengenai pelaksanaan debat kandidat.

“Nah habis itu kan ada sesi debat, tapi kan yang ketua himpunan semuanya tunggal, Cuma yang di gubernurnya saja yang ada dua calonnya, di berita acara itu sudah diberitahu jam debatnya itu jam segini-segini. Tapi, di berita acara gak dikasih tau tempatnya. Jadi, untuk kita ini gak bisa lihat debatnya,” tambahnya.

Ia berharap Paslon kedepannya dapat  berasal dari berbagai golongan.

“Ya, harapan untuk PEMIRA selanjutnya, aku harap untuk calon-calonnya itu yang muncul gak dari golongan-golongan itu aja. Kan setiap tahun yang dicalonkan dari golongan yang itu-itu aja, yang lain pasti gagal di administrasi. Itu sih,” ujarnya. (SK, Anot)


Romeltea Media
LPM - SAINT Updated at:

MUSWA FT 2024 BERJALAN LANCAR DENGAN PERUBAHAN REKOMENDASI INTERNAL DAN EKSTERNAL


SAINT NEWS - Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DPM FT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan Musyawarah Mahasiswa (Muswa) di ruang rapat 201 Gedung Rektorat berjalan lancar tanpa adanya kendala. Acara berlangsung pada pukul 07.05 hingga 10.30 WIB yang dihadiri oleh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FT (14/12). Hasil pembahasan menghasilkan beberapa perubahan dan penghapusan pada poin rekomendasi internal maupun eksternal.

Ketua Umum DPM FT, Ach Faizal Ferdiansyah mengatakan bahwa acara ini berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala sesuai dengan konsep.


“Jalannya Muswa berjalan dengan lancar sesuai dengan konsep yang sudah ditata. Untuk kendalanya sih nggak ada alhamdulillah aman semua,” tuturnya.


Faizal  juga mengatakan bahwa terdapat beberapa perubahan pada Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).


“Untuk perubahan di AD/ART kemarin sudah di laksanakan kongres (red : Kongres KM UTM ke-XII), nah itu ada beberapa poin yang diubah. Terutama di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, itu sebelumnya minimal semester 3 dan Wakil Bupati minimal semester 1. Nah di Wakil Bupati itu disamaratakan menjadi minimal semester 3 juga,” jelasnya. 


Faizal mengungkapkan bahwa dirinya kurang mengerti terkait alasan perubahan tersebut. 

“Nah itu alasannya tidak tahu juga, untuk masalah itu kan DPM Keluarga Mahasiswa (KM) yang membuat. Jadi temen-temen anggota DPM Fakultas sekarang itu anggapannya menjalankan,” ungkapnya.

Di lain sisi Presidium 1 Muswa FT 2024, Mustakim mengatakan terdapat kendala pada acara Muswa. 

“Kalau kendala sebenarnya hanya perihal terkait dengan waktu. Ini ada beberapa yang memang sempat lambat dimulai karena untuk peserta forum dan peserta sidang ini kurang, ada beberapa Ormawa FT KM UTM yang tidak hadir di persidangan kali ini,” jelasnya. 

Mustakim juga mengatakan bahwa terdapat perubahan pada rekomendasi internal dan eksternal.

“Kalau Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO) tidak ada perubahan, akan tetapi kalau dari rekomendasi internal dan eksternal itu ada,” jelasnya.

Mustakim berharap kedepannya Ormawa FT KM UTM dapat hadir untuk menentukan arah dan tujuan. 

“Harapan Muswa dari saya sendiri, karena kita dari fakultas Teknik yang katanya solid, saya harap untuk kedepannya untuk ormawa yang ada di FT KM UTM ini minimal hadir baik dari Badan Kelengkapan (BK) untuk menentukan arah dan juga tujuan ormawa FT KM UTM satu tahun kedepan,” pungkasnya. (IVeed, Anot, Dee)

Romeltea Media
LPM - SAINT Updated at:

 
back to top