Category: Puisi

LANGIT YANG BERKABUNG

Baru kemarin rasanya Maret pamit kepada april Stasiun mendadak kosong Bandara terbengkalai hening Menyisakan detik yang berdenting Entah kenapa, cumulonimbus muncul Menggembung kelam ufuk barat Seakan, langit tengah berkabung Rintik pertama turun perlahan Rintik lain berjatuhan Memberondong debu jalan Orang terpasung mematung Bersama dompet tak lagi menggembung Miris, menatap tubuh yang bergelimpang Codot mulai disalahkan Tikus terbantai hilang Padahal, perut yang berdangdut kalut   Penulis : Zie Ilustrator :...

Read More

Mathar

Terhempas aliran romansa. Dimuaikan sunyi sahara dari tetes-tetes tunas Fajar bunga gurun . Direngkuh gumpalan putih Di atas riak Hindia. Mengiring penantang badai Berlabuh di ranah kramat. Menghitam dia sendu Menonton opera kera. Orcestra dimainkannya lembut. mengetuk genting berdebu. Padam daun membara.   Penulis : Zie Ilustrator :...

Read More

Kasih Mu Ibu

Kutemui pagi dalam secangkir kopi Terdengar sudah suara burung melepas embun Lembut seperti tenunan ibu Pesannya kubaca kembali Bahasanya seperti doa angan-angan Memeluk teduh ibu melepas kerinduan. Kau buang waktumu tanpa penat kasih sayangmu jadi rutinitas Engkau berikan tanpa kami minta Engkau gugurkan siraman kasih tidak ada tandingnya Andai perasaan ini sepeka hatimu, setegas kasihmu Kan kucoba merangkuh rasa yang sering kau berikan kepadaku Diatas langit tak terbatas Kau topangkan kasihmu tanpa mulai lelah Terimakasih sudah menjagaku Memberikanku cinta tanpa putus asa Dengan cintamu sungguh luar biasa     Penulis : Olv Editor : Zak Ilustrator : Olv,...

Read More

Bersua

Kami paham, kami siapa Kami sadar, kami tak banyak harta Namun, bukanlah harta yang kita pandang Kami paham betul singgasana kalian Namun, kalian lupa dengan kerasnya hati kalian Keras tanpa ada kepedulian.. Semakin mengeras… Hingga tak peduli berjuta-juta bisikan Menggema dihadapan kalian Pejuang demokrasi meluncurkan aksi di jalan Walau terkadang tangan para petinggi menghadang Demi secerca harapan, Kami rela turun, membuka telinga-telinga wakil yang jadi...

Read More

Terkenang

    Terkenang Waktu tetap berjalan bagaikan arus air Masa masa yang mencekam Masa masa yang mengancam Menjadikan para pribumi tertindas benda hitam terlemparkan begitusaja di segala arah Tanpa ada pamit Peluru tajam mengoyak badan mereka Dengan tanpa belas kasihan Kerja paksa bukanlah keinginan, mereka bekerja hanya untuk menghidupi para BANGSAT itu!!!   Saat ini, bangsa kita telah merdeka Saat ini, indonesia telah merdeka Terlahirnya bangsa yang merdeka terwujudkan oleh jasa para pahlawan. Jiwa jiwa pemberani datang dengan kemurahan hatinya. Biarpun tetesan darah bercucuran tanpa henti Sekalipun melenyapkan nyawa hanya demi satu kata “MERDEKA” TERIMAKASIH PAHLAWAN TANPA JASA....

Read More